GORONTALO — Kenaikan harga beras di tengah musim kemarau mendapat respons cepat dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Tak ingin tekanan harga semakin membebani masyarakat, Gusnar langsung menginstruksikan Bulog Gorontalo mempercepat penyaluran beras bantuan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Instruksi tersebut disampaikan setelah rapat pengendalian inflasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri pada Selasa (18/8/2026). Dalam rapat itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras pangan Gorontalo tercatat naik 8,06 persen pada minggu kedua Agustus.
Kenaikan bahkan lebih tinggi terjadi di sejumlah daerah, yakni Bone Bolango 13,01 persen, Pohuwato 9,67 persen, dan Gorontalo Utara 6,47 persen.
Melihat kondisi tersebut, Gusnar langsung bergerak. Pemerintah provinsi meminta Bulog segera menuntaskan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September.
“Setelah rapat dengan Sekjen Kemendagri, Bapak Gubernur langsung menghubungi Bulog untuk segera menyalurkan beras bantuan pangan Presiden Prabowo. Hari ini sudah mulai ditindaklanjuti,” kata Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Gorontalo, Trizal Entengo, Rabu (19/8/2026).
Gerak cepat tersebut langsung direspons Bulog dengan menetapkan 16 kecamatan sebagai lokus penyaluran yang tersebar di Kabupaten Pohuwato, Bone Bolango, Gorontalo Utara, dan Boalemo.
Sekitar 12.000 ton beras disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat hingga 26 Agustus 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Gusnar Ismail menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga pangan di tengah musim kemarau.
Gubernur juga meminta masyarakat tidak panik. Menurutnya, stok beras di Gorontalo masih dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.
Ketika harga mulai bergerak naik, Gusnar memilih bergerak lebih cepat. Bagi pemerintahannya, menjaga beras tetap tersedia berarti menjaga ketenangan dan daya beli masyarakat Gorontalo.












Leave a Reply