Sapi Umur Setahun Tembus Rp20 Juta, Program Gusnar Ismail Angkat Ekonomi Peternak Gorontalo.

BOALEMO – 05/08/2026. Bagi Drion Hanton, peternak di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, sapi bukan sekadar ternak. Dari keberhasilan mengembangkan sapi limosin melalui inseminasi buatan, ia mampu meningkatkan pendapatan hingga menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi.
Keunggulan sapi hasil inseminasi buatan juga terlihat dari nilai jualnya. Sapi limosin berusia satu tahun dapat dihargai lebih dari Rp20 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan sapi bali yang menurut pengalaman Drion, pada usia tiga tahun hanya terjual sekitar Rp16 juta.
“Kalau limosin umur satu tahun harganya sudah Rp20 juta lebih,” ungkap Drion.
Ia kini memiliki dua ekor indukan sapi limosin berusia delapan tahun yang telah lima kali melahirkan melalui proses inseminasi buatan. Pertumbuhan sapi limosin dinilai lebih cepat dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi peternak.
Manfaat tersebut menjadi alasan Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menggenjot program inseminasi buatan sebagai strategi meningkatkan populasi sekaligus kesejahteraan peternak.
Komitmen itu ditegaskan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau pelaksanaan inseminasi buatan di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (5/8/2026).


“Pemprov Gorontalo akan melakukan inseminasi buatan. Untuk tahun 2026 ada kurang lebih tiga ribu ekor. Sebanyak 1.100 ekor ada di Kabupaten Boalemo dan dari jumlah itu 800 ekor sudah terlapor bunting,” ungkap Gusnar.
Menurut Gusnar, inseminasi buatan menjadi cara yang efektif, lebih cepat, dan relatif lebih murah untuk memperbanyak populasi sapi serta menghasilkan keturunan dengan mutu genetik yang lebih baik.
Melalui program tersebut, peternak tidak hanya memperoleh peluang meningkatkan jumlah ternak, tetapi juga berkesempatan menghasilkan sapi bernilai jual tinggi. Dari kandang, manfaat inseminasi buatan dapat berkembang menjadi peningkatan pendapatan, biaya pendidikan anak, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Program inseminasi buatan yang dikawal Gubernur Gusnar Ismail pun menjadi bukti bahwa pembangunan sektor peternakan bukan hanya soal menambah populasi sapi, tetapi juga membuka jalan kesejahteraan bagi masyarakat Gorontalo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *