Limboto, 12 Juni 2026 – Provinsi Gorontalo kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026 lalu, Gorontalo kembali dijadwalkan menerima kunjungan kepala negara pada puncak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang akan berlangsung pada 24 Juni 2026.
Rencana kehadiran Presiden Prabowo tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Gorontalo semakin mendapatkan tempat strategis dalam agenda pembangunan nasional. Dalam rentang waktu kurang dari dua bulan, Presiden kembali dijadwalkan mengunjungi daerah yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Gusnar Ismail.
Kepercayaan pemerintah pusat terhadap Gorontalo tidak lepas dari keseriusan Pemerintah Provinsi dalam mempersiapkan pelaksanaan PENAS XVII, sebuah agenda nasional yang akan menghadirkan sekitar 13.000 petani, nelayan, penyuluh, dan kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Gubernur Gusnar Ismail sejak awal terlihat aktif mengawal seluruh tahapan persiapan kegiatan. Koordinasi intensif dilakukan dengan panitia pusat, kementerian terkait, pemerintah kabupaten, hingga berbagai unsur pendukung lainnya untuk memastikan kegiatan nasional tersebut berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi daerah.
Dalam rapat koordinasi bersama panitia pusat, dipastikan bahwa pembukaan PENAS XVII pada 20 Juni 2026 akan dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sementara Presiden Prabowo dijadwalkan hadir pada puncak acara tanggal 24 Juni 2026.
Bagi Gorontalo, kunjungan Presiden bukan sekadar agenda seremonial. Pengalaman pada kunjungan sebelumnya menunjukkan bahwa kehadiran Presiden selalu diikuti dengan perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai program pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi berharap momentum PENAS XVII dapat semakin memperkuat posisi Gorontalo sebagai daerah yang mendapatkan prioritas dalam pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.
Pengamat pemerintahan menilai, terpilihnya Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII dan rencana kunjungan Presiden untuk kedua kalinya dalam waktu yang relatif singkat menjadi indikator positif atas kemampuan Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat.
Selain menjadi ajang silaturahmi nasional para petani dan nelayan, PENAS XVII juga menjadi kesempatan besar bagi Gorontalo untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. Dampak ekonomi dari kehadiran ribuan peserta diperkirakan akan dirasakan langsung oleh pelaku usaha, sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan PENAS XVII, perhatian publik kini tertuju pada Gorontalo. Jika kunjungan Presiden Prabowo benar-benar terlaksana, maka dalam kurun waktu dua bulan Gorontalo akan menjadi salah satu daerah yang dua kali dikunjungi Presiden, sebuah capaian yang memperlihatkan semakin kuatnya posisi Gorontalo dalam peta pembangunan nasional serta efektivitas kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dalam membangun kepercayaan pemerintah pusat terhadap daerah.














Leave a Reply