GORONTALO –16/06/2026. Komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan terus diwujudkan melalui berbagai persiapan matang di semua sektor. Tidak hanya fokus pada infrastruktur dan penyelenggaraan acara, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memastikan kesiapan layanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar bagi ribuan peserta yang akan datang dari seluruh penjuru Indonesia.
Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Pemprov Gorontalo telah menyiapkan sistem pelayanan kesehatan terpadu yang akan beroperasi selama pelaksanaan PENAS XVII pada 20–25 Juni 2026.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan seluruh komponen pelayanan kesehatan telah dipersiapkan secara menyeluruh. Kesiapan tersebut akan ditandai dengan pelaksanaan Apel Tim Kesehatan yang digelar di PSC 119 Kabupaten Gorontalo yang berada di kawasan arena utama PENAS XVII.
“Seluruh sistem pelayanan kesehatan telah siap. Tenaga kesehatan, ambulans, obat-obatan, peralatan medis, hingga sistem rujukan telah kami siapkan dan koordinasikan dengan seluruh pihak terkait,” ujar Anang.
Di bawah arahan Gubernur Gusnar Ismail, pelayanan kesehatan tidak hanya dipusatkan di arena utama kegiatan. Pemprov Gorontalo juga menempatkan pos-pos kesehatan di berbagai titik strategis, mulai dari lokasi kedatangan peserta, arena pembukaan, kawasan pameran dan UMKM, lokasi pemondokan kontingen, hingga destinasi wisata yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kebutuhan medis peserta, Pemprov Gorontalo turut menyiapkan Rumah Sakit Lapangan yang berada di kawasan utama penyelenggaraan. Fasilitas ini akan menjadi pusat pelayanan kesehatan terpadu sekaligus lokasi penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit apabila memerlukan tindakan medis lanjutan.
Menurut Anang, sistem pelayanan yang disiapkan menghubungkan seluruh pos kesehatan, rumah sakit lapangan, hingga rumah sakit rujukan sehingga pelayanan dapat diberikan secara cepat dan terintegrasi.
“Kami menyiapkan tenaga kesehatan yang bersiaga selama 24 jam. Dengan dukungan fasilitas dan jejaring pelayanan yang lengkap, setiap kebutuhan medis peserta dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional,” jelasnya.
Perhatian terhadap kesehatan peserta juga dilakukan hingga ke lingkungan pemondokan. Tim kesehatan melakukan pemeriksaan serta survei pengendalian vektor penyakit di rumah-rumah warga yang digunakan sebagai tempat menginap kontingen. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh lingkungan yang aman, bersih, dan sehat selama berada di Gorontalo.
Kesiapan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail untuk menghadirkan penyelenggaraan PENAS XVII yang nyaman, aman, dan berkesan. Bagi Gusnar, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima para tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemprov Gorontalo optimistis PENAS XVII akan berlangsung lancar sekaligus menjadi etalase kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat nasional yang berkunjung ke Gorontalo.














Leave a Reply