Gorontali, 26/06/2026.Kesuksesan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang dimotori Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie membawa dampak positif bagi banyak kalangan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku UMKM yang memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi panggung politik yang menarik perhatian berbagai pihak.
Di tengah euforia tersebut, muncul sejumlah klaim yang beredar di media sosial. Salah satunya datang dari politisi Bonebolango AM yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seorang anggota DPR RI yang disebut telah “berikhtiar tak kasat mata” meyakinkan Prabowo Subianto, untuk kembali berkunjung ke Gorontalo.
Pernyataan itu kemudian menuai tanggapan dari seorang peserta PENAS XVII asal Bone Bolango yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, keberhasilan PENAS merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten/kota, panitia nasional, panitia lokal, serta seluruh pihak yang terlibat.
“Lebih bijak jika semua pihak menahan diri untuk tidak saling mengklaim keberhasilan sebuah agenda besar yang lahir dari kerja bersama. Apalagi jika klaim tersebut sulit diverifikasi. Di tengah keberhasilan yang nyata, publik tentu dapat membedakan mana kerja yang terlihat dan mana narasi yang sekadar ingin ikut menikmati panggung,” ujarnya.
Terlepas dari berbagai pandangan yang berkembang, PENAS XVII telah menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. Keberhasilan penyelenggaraan agenda nasional ini merupakan buah dari kolaborasi pemerintah, panitia, relawan, aparat keamanan, pelaku UMKM, petani, nelayan, serta seluruh masyarakat.








Leave a Reply