Inovasi Pertanian Jadi Daya Tarik Hari Kedua PENAS XVII di Gorontalo

Kabupaten Gorontalo, 22/06/2026. Semangat berbagi inovasi dan teknologi mewarnai hari kedua pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/6/2026). Berbagai kontingen dari sejumlah provinsi menampilkan beragam inovasi produk pertanian dan pangan sebagai bagian dari kegiatan peragaan yang menjadi salah satu agenda utama PENAS.

Peragaan inovasi tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, penampilan berasal dari kontingen Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, dan Bali. Masing-masing menampilkan gagasan kreatif serta teknologi yang dapat diterapkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, menjelaskan bahwa kegiatan peragaan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus sarana pembelajaran antarpeserta dari seluruh Indonesia.

“Kami dari bidang empat PENAS XVII melaksanakan kegiatan peragaan. Tujuan kegiatan ini menyampaikan ide-ide kreatif dari masing-masing kontingen untuk ditiru atau menjadi masukan bagi peserta lain,” ujar Tommy.

Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan tujuan PENAS XVII, yakni mendorong lahirnya petani dan nelayan yang lebih mandiri, inovatif, serta memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.

Penyelenggaraan PENAS XVII di Provinsi Gorontalo pada masa kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antarpelaku sektor pertanian. Ajang ini juga menjadi wadah bertukar pengetahuan, memperluas jejaring kemitraan agribisnis, serta memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Pada sesi pertama peragaan, kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili KTNA Gunung Kidul berhasil meraih predikat peragaan terfavorit melalui inovasi bertajuk “Teknologi Akuaponik Solusi Hemat Air.” Inovasi tersebut menawarkan pemanfaatan air secara efisien melalui sistem budidaya terpadu yang dinilai relevan untuk diterapkan di berbagai daerah.

Tommy berharap inovasi yang dipresentasikan setiap kontingen tidak berhenti sebagai bahan peragaan, tetapi dapat diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Dari Yogyakarta menampilkan ide-ide baru tentang pemanfaatan air. Mudah-mudahan bisa digunakan dan diimplementasikan oleh masyarakat luas,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *