Kabupaten Gorontalo, 21/06/2026. Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 resmi dibuka di GORR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Momentum pembukaan tersebut dimanfaatkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk menyampaikan ucapan selamat datang kepada ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Bumi Serambi Madinah.
Peresmian PENAS XVII ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Polopalo oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Prosesi itu disaksikan ribuan peserta dan tamu undangan yang memenuhi arena utama kegiatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Wakil Presiden RI, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, jajaran kementerian, serta seluruh peserta yang telah datang ke Gorontalo untuk mengikuti perhelatan nasional terbesar bagi petani dan nelayan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang di Gorontalo, selamat datang di Kabupaten Gorontalo, daerah yang dikenal sebagai Serambi Madinah sekaligus salah satu lumbung pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ujar Gusnar.
Gubernur menjelaskan, jumlah peserta yang telah melakukan registrasi pada PENAS XVII mencapai sekitar 13 ribu orang dari berbagai provinsi di Indonesia. Menurutnya, tingginya angka partisipasi tersebut menjadi cerminan kuatnya semangat petani dan nelayan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan perikanan nasional.
Berdasarkan data panitia, Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.574 orang. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tengah dengan 901 peserta, disusul Kalimantan Timur sebanyak 667 peserta.
“Besarnya partisipasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen para petani dan nelayan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Gusnar.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para peserta yang berasal dari daerah-daerah yang berjarak jauh, seperti Aceh, Jambi, dan Papua. Menurutnya, perjalanan panjang yang mereka tempuh menjadi bukti tingginya antusiasme mengikuti PENAS XVII di Gorontalo.
Gusnar mencontohkan, kontingen dari Jambi harus melewati rute Jakarta dan Surabaya sebelum tiba di Gorontalo. Sementara peserta dari Papua yang semula dijadwalkan transit di Manado justru langsung mendarat di Bandara Gorontalo. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi kisah menarik yang menunjukkan semangat luar biasa para peserta.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Gorontalo turut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan PENAS XVII.
Melalui pelaksanaan PENAS XVII, Gubernur berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi dalam membangun sektor pertanian dan perikanan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.












Leave a Reply