Limboto –20/06/2026. Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 menjadi momentum yang memperlihatkan kapasitas Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah agenda nasional. Ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia memadati Gorontalo, disusul kehadiran Wakil Presiden, para menteri dan wakil menteri, gubernur, bupati, wali kota, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian dan perikanan. (19/06/2026)
Di balik suksesnya penyelenggaraan ajang nasional tersebut, sosok Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjadi figur sentral yang mengawal setiap tahapan persiapan. Sejak Gorontalo ditetapkan sebagai tuan rumah, Gusnar memilih turun langsung memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Hampir setiap hari, Gusnar memimpin rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, meninjau progres pembangunan arena utama, mengevaluasi kesiapan infrastruktur, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga pelayanan bagi ribuan tamu yang datang dari seluruh Indonesia. Tidak sedikit rapat berlangsung hingga larut malam sebagai bagian dari upaya memastikan tidak ada aspek yang terabaikan.
Bagi Gusnar, PENAS XVII bukan sekadar agenda nasional, tetapi kesempatan emas untuk memperlihatkan kemampuan Gorontalo di hadapan Indonesia. Karena itu, ia menekankan kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi agar memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan kesan positif bagi setiap tamu yang datang.
Hasil dari kerja keras tersebut mulai terlihat. Gorontalo tampil lebih tertata, lebih siap, dan mampu menyambut ribuan kontingen dengan pelayanan yang baik. Berbagai fasilitas pendukung tersedia, penyambutan berlangsung hangat, dan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai harapan.
Kepemimpinan Gusnar Ismail dalam mengorkestrasi seluruh perangkat daerah menunjukkan pentingnya peran seorang kepala daerah dalam menyukseskan agenda berskala nasional. Keberhasilan ini tidak lahir dalam semalam, melainkan melalui proses panjang yang diwarnai kerja keras, koordinasi tanpa henti, serta komitmen untuk menjaga nama baik Gorontalo.
PENAS XVII pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan petani dan nelayan. Ajang ini menjadi panggung bagi Gorontalo untuk memperkenalkan potensi daerah, budaya, serta keramahan masyarakatnya kepada seluruh Indonesia. Di saat yang sama, keberhasilan penyelenggaraan menjadi cerminan kepemimpinan Gusnar Ismail yang menempatkan kerja nyata sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik dan mengangkat citra Gorontalo di tingkat nasional.












Leave a Reply