Bonebolango, 17/05.2026. Upaya mempercepat swasembada pangan nasional terus diperkuat di Provinsi Gorontalo melalui peningkatan luas tanam jagung. Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Polda Gorontalo kini mendorong pemanfaatan lahan tidur, termasuk lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang masa berlakunya telah habis, untuk mendongkrak produksi jagung daerah.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 yang digelar secara daring bersama Presiden Republik Indonesia dan dipusatkan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Di Gorontalo, kegiatan panen raya berlangsung di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (16/5/2026), yang turut dihadiri Gubernur Gorontalo bersama jajaran Forkopimda.
Menurut Widodo, berdasarkan data Kanwil BPN Provinsi Gorontalo terdapat sekitar 7.496 hektar lahan HGU yang telah habis masa berlakunya dan berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan volume produksi sekaligus mengejar target swasembada pangan nasional.
“Kami ada rencana untuk perluasan lahan tanam, karena ada HGU yang mati, kan tidak dipakai. Kami sudah minta ke Pak Gubernur dan BPN untuk bisa dimanfaatkan tanam jagung. Yang nanam siapa saja, yang penting kita manfaatkan untuk jagung sehingga kita bisa menambah volume produksi jagung,” ujar Widodo.
Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri menargetkan luas tanam jagung tahun 2026 mencapai 190.750 hektar. Hingga periode 1 Januari sampai 10 Mei 2026, progres luas tanam tercatat telah mencapai 20.289 hektar.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi dalam produksi jagung kuartal II tahun ini. Perubahan iklim menyebabkan pergeseran musim tanam dan panen, sementara hasil panen dengan kadar air 14 hingga 20 persen masih membutuhkan dukungan alat pengering agar memenuhi standar serapan Bulog.
Sementara itu, Kapolri menyampaikan bahwa panen raya jagung kuartal II tahun 2026 dilaksanakan di lahan seluas 189.760 hektar di seluruh Indonesia dengan potensi produksi mencapai 1,23 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 ton hasil panen direncanakan akan diekspor ke Malaysia.
Panen raya jagung nasional juga dirangkaikan dengan peresmian 10 gudang ketahanan pangan Polri dan operasional 166 SPPG Polri di berbagai daerah oleh Presiden sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.














Leave a Reply