Oknum Kepala Dapur MBG (SPPG) di Kecamatan Boliyohuto diduga memungut “Fee” ke UMKM Lokal.

Boliyohuto, 08/04/2026. Pengelolaan dapur MBG di setiap sudut desa sejatinya memiliki misi yang baik dan mulia. Program ini merupakan perwujudan niat baik Presiden Prabowo untuk mendorong perputaran roda ekonomi UMKM di sekitar dapur MBG. Namun, dalam praktiknya, masih saja ada oknum yang menyalahgunakan kewenangannya untuk keuntungan pribadi dengan cara menentukan nominal fee kepada pemasok bahan.

Dari hasil penelusuran dan wawancara, jejak investigatif menemukan bahwa oknum kepala dapur (SPPG) di Kecamatan Boliyohuto dengan inisial AM menetapkan tarif “setoran” pada setiap item bahan yang masuk. Jika pemasok keberatan, oknum tersebut akan mengganti dengan pemasok lain atau mempersulit proses penerimaan barang dengan berbagai alasan yang sengaja dibuat.

Salah satu informan yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa oknum kepala dapur MBG tersebut sangat meresahkan UMKM di sekitar kawasan Boliyohuta. Pasalnya, ia dinilai bersikap arogan dan jauh dari semangat menghidupkan UMKM di sekitar.

Ia menambahkan, bahan yang sering dimintakan “fee” meliputi buah, sayuran, rempah-rempah, telur, dan bahan pangan lainnya.

Kepala dapur (SPPG) merupakan ASN yang direkrut melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, koordinator regional Badan Gizi Nasional provinsi diharapkan segera bertindak tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *