Mentan: PENAS XVII Jadi Ajang Perkenalkan Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan

Kabupaten Gorontalo – 21/06/2026. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguasaan dan penerapan teknologi menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Amran, pemerintah terus mempercepat modernisasi pertanian melalui penggunaan benih unggul, penguatan sistem irigasi, mekanisasi, hingga penerapan pola tanam yang lebih efektif. Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam PENAS XVII adalah Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai model pengembangan pertanian berbasis teknologi.

“Ini adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mengombinasikan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Penerapan teknologi tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi hingga lebih dari 10 ton per hektare, jauh melampaui rata-rata nasional yang saat ini berada di kisaran 5,5 ton per hektare.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan bahwa cadangan beras nasional kini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kondisi tersebut bahkan mendorong Perum Bulog menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang baru.

Di sisi lain, kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram kini meningkat menjadi sedikitnya Rp6.500 per kilogram. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebagai yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Pemerintah juga berhasil menekan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen meski harga pupuk dunia sedang mengalami kenaikan.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan bahwa demonstrasi pertanian modern yang ditampilkan pada PENAS XVII diharapkan menjadi contoh nyata yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut Gusnar, keberhasilan penyuluhan pertanian tidak cukup hanya melalui penyampaian teori, tetapi perlu dibuktikan langsung di lapangan agar lebih mudah dipahami dan diadopsi oleh para petani.

“Ini kalau pola tanamnya dari jauh sudah bisa kita perhatikan ini pasti sudah meningkat produksinya karena rumputnya banyak. Jadi saya kira ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing,” kata Gusnar.

Ia berharap inovasi teknologi dan pola budidaya yang diperkenalkan dalam PENAS XVII dapat direplikasi oleh pemerintah daerah maupun petani di berbagai wilayah Indonesia. Dengan penerapan teknologi secara berkelanjutan, produktivitas pertanian diyakini akan terus meningkat sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *