Foto : Ilustrasi AI
Gorontalo. Ada sikap ambigu yang di pertontonkan oleh walikota Gorontalo atas kasus pembongkaran cagar budaya di Kota Gorontalo..
Di satu sisi walikota Gorontalo selalu bicara lantang di depan publik dan media, namun di satu sisi ia takut dan enggan bersuara saat di periksa oleh penyidik Polda Gorontalo.
Sepertinya walikota mulai terpojok dengan sikap pembongkaran cagar budaya yang tidak prosedural dan melibatkan tim ahli cagar budaya.
Dalam adigium hukum di kenal Qui tacet consentire videtur. Siapa yang berdiam diri maka dianggap menyetujui. Artinya secara tidak langsung walikota Gorontalo membenarkan dugaan pembongkaran cagar budaya di hadapan penyidik. Ini mengindikasikan ada dugaan pelanggaran prosedural dan pidana pada pembongkaran cagar budaya tersebut.
Salah satu mahasiswa hukum Di Gorontalo yang tidak mau disebutkan namanya, memberikan dukungan moril kepada Polda Gorontalo untuk mengusut tuntas persoalan cagar budaya. Termasuk dugaan keterlibatan walikota Gorontalo dalam pembongkaran cagar budaya tersebut. Equality Before the Law . Di dalam hukum semua sama.












Leave a Reply